Friday, June 26, 2009

Papa saya seorang RT

Sebelum saya pindah rumah ke Perumahan Kopo Elok, saya tinggal di Perumahan Permata Kopo. Tidak jauh memang jarak kedua perumahan tersebut mungkin jaraknya sekitar 3 km, dari rumah yang sekarang saya tempati.

Ketika pertama kali saya pindah ke Perumahan Kopo Elok, rasanya sedih sekali karena di Perumahan Permata Kopo, saya dan duduy, harus berpisah dengan kawan-kawan yang selama ini sudah akrab, kalau bermain.

Disana Papaku, jadi ketua RT selama dua periode. Begitu pindah ke Kopo Elok, kebetulan ada pemilihan Ketua RT, karena Pak Tonny Wijaya, sebagai ketua RT, sudah menjalani nya selama 2 periode. Entah bagaimana, Papaku koq dicalonkan jadi Ketua RT 04, ditempat kami tinggal yang baru Jl. Bintang 24, Perumahan Kopo Elok. Padahal keluarga kita baru saja pindah kesini krang lebih sekitar 3 bulan. Seharusnya tidak boleh kali yaa, orang baru jadi RT?!... :-)

Papaku bilang: memang sebenarnya tidak boleh, tetapi papa dicalonkan oleh warga masyarakat RT.04 dan bukan papa saja dicalonkan mungkin pada awalnya ada sekitar 10 orang warga yang dicalonkan. Dari 10 orang itu lalu dipilih oleh seluruh warga dan diurutkan suara terbanyak yang diperoleh oleh Bakal Calon RT (Balon RT), Papa waktu itu masuk dalam 3 besar yang memperoleh suara terbanyak. Lalu diadakan lah pemilihan RT yang diselenggarakan oleh, panitya pemilihan RT dan hasil akhirnya dari 3 orang tersebut, papa yang mengumpulkan suara terbanyak. Karena papa paling banyak medapatkan dukungan dari warga, maka jadilah papa, ketua RT.

Tapi papa mau dan siap menjalankan tugas sebagai ketua RT. Papa harus mau dan siap jadi ketua RT, karena ini menyangkut amanah dan kepercayaan warga terhadap papa. Papa harus terima dengan ikhlas dan harus mau menjalankan amanah ini sebaik-baiknya, karena pada saat papa dilantik oleh Pak Lurah, papa juga berjanji untuk menjalankan amanah ini sebaik-baiknya. Tugas RT, itu tidak gampang tetapi kalau kita ikhlas dan ada kemauan, Insya Allah tugas ini akan menjadi ringan dan tidak menjadikan beban buat papa. Jadi RT itu jadi pelayan warga dan masyarakat kita, makanya harus ikhlas, anakku :-)

Begini Duy, kalo papa kita terpilih jadi RT, lalu bisa terpilih jadi RW, dari RW jadi Lurah, Lalu jadi Camat. Abis jadi Camat bisa jadi Bupati, Lalu jadi Gubernur. Kalo udah jadi Gubernur, maka bisa jadi Presiden Negara RI. Wah...........hebat juga yaa, papa kita. Kalo abis jadi Presiden jadi apalagi, yaa yang paling tinggi......Yaa jadi pemimpin dunia, dong. Apa itu?....Jadi Ketua Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Bahasa kerennya United Nation (UN). Bisa gak ya Duy, ya papa kita jadi pemimpin dunia. Wah....susah Dain, masih berapa tingkat lagi kalo dari RT mah, sekarang umur Papa kita berapa?........."Keburu Pensiun", dong.....heheheheh.

Tenang-tenang, Ndak apa-apa papa mu tidak jadi Presiden RI atau Pemimpin Dunia, papa akan senang dan puas koq. Tapi kalian lah yang masih muda yang kelak jadi pemimpin negeri ini dan memimpin dunia. Makanya kalian harus rajin belajar dan pintar serta jujur dan amanah. Belajar bahasa inggris yang baik sebab dengan Bahasa Inggris, kalian akan mampu berkomunikasi dengan seluruh warga dunia, kan Bahasa Inggris itu Bahasanya Dunia.

Benar tuh Karina, Duduy, apa yang Papa katakan. Ayo nak, kalian belajar yang sungguh-sungguh, sekarang persaingan hidup semakin keras. Kalau kalian tidak serius dan disiplin dari sekarang bagaimana kalian nanti memenagkan persaingan itu. Jangan lupa juga setiap kita habis belajar kalian juga harus minta sama Allah SWT, dalam doa yang santun, memohon lah kalian pada Allah SWT agar tetap terjaga dan selalu diberi yang terbaik dalam hidup ini......Amien

1 comment: